Sebar duit ratusan juta

Anda tahu orang indonesia sebar duit hingga ratusan juta? Dialah Tung Desem Waringin. Baca profile Tung Desem Waringin disini.

Pemecah recor penggemar terbanyak

Motivator Mario Teguh mengukuhkan rekor dunia fan Facebooknya yang beranggotakan lebih dari satu juta orang. Pencapaian ini tidak hanya menjadi rekor di Indonesia, melainkan juga merupakan rekor dunia untuk motivator dengan penggemar terbanyak.

Kick Andy always present

the spirit with most inspiring human's stories, masuk dalam museum rekor-Dunia Indonesia 2010, Acara televisi Paling Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan..

Semangat juang Andrie Wongso

Sukses secara mental dalam memperjuangkan impian menjadi kenyataan.

Visidigital multimedia sharing website

Website multimedia sharing berbasis php, menggunakan engine phpmotion

Visit this site.

Showing posts with label Catatan Kecil Andrie Wongso. Show all posts
Showing posts with label Catatan Kecil Andrie Wongso. Show all posts

Ubah Ejekan Jadi Keberhasilan

Apa reaksi kita saat mendengar orang lain menjelek-jelekkan kita? Bagi yang mudah emosi, barangkali telinga akan langsung panas. Namun, ada kalanya, kita bertemu pula dengan orang yang seolah-olah selalu berkepala dingin, alias tak gampang marah. Tetapi, yang seperti ini, kadang pula malah memendam amarah dalam diri yang jika meledak, bisa mengganggu mentalitas.


Lantas, bagaimana sebenarnya kita harus menyikapi saat mendengar orang lain menjelek-jelekkan kita, baik secara langsung ataupun tidak? Mungkin, kita bisa belajar dari kisah inspiratif ini, untuk menjadikan celaan, hinaan, atau ejekan, justru mampu menjadi “bahan bakar” penyemangat hidup.


Konon, di salah satu perusahaan minyak terbesar dunia kerja sama Arab dan Amerika Serikat, sangat kental nuansa perbedaan perlakuan antara orang lokal Arab asli dengan orang Amerika yang rata-rata menduduki jabatan tinggi.


Suatu kali, ada seorang remaja yang bekerja di sana kehausan setelah bekerja seharian. Remaja yang hanya lulusan sekolah menengah ini menjadi pegawai rendahan di kantor tersebut. Ketika mendapati sebuah penampung air dingin yang segar, ia pun bersegera mengisi gelasnya untuk menghilangkan dahaga. Namun, tak disangkanya, saat hendak meminum air tersebut, sebuah suara cukup kasar menghardiknya. Suara itu muncul dari seorang pekerja Amerika, “Hei, kamu tidak boleh minum air itu! Yang boleh hanya insinyur, sedangkan kamu cuma pegawai rendahan.”


Remaja itu pun tidak jadi minum dan lantas pergi. Namun, yang membuatnya lebih tidak enak sebenarnya bukan haus. Tetapi, perasaan terhina: mengapa di negaranya sendiri, ia tak boleh meminum air itu. Apakah statusnya sebagai pegawai rendahan harus membedakan dirinya untuk bisa mendapatkan minuman, yang sebenarnya adalah air gratis yang bisa diminum siapa saja.


Beruntung, kemarahan remaja tersebut disalurkannya pada hal yang positif. Ia bertekad untuk mengubah nasibnya. Remaja ini pun belajar dengan sangat giat dan tekun. Siang hari ia pakai untuk bekerja, malamnya ia mengambil kelas untuk meraih pendidikan setingkat SMA.


Dengan kondisi tersebut, remaja itu jadi jarang bergaul dengan teman-teman sebayanya. Celakanya, saat ia menceritakan obsesi untuk memperbaiki nasib sebagai orang asli di perusahaan itu, ia malah ditertawakan teman-temannya. Namun, justru karena itulah, ia makin semangat untuk membuktikan ucapannya.


Karena bekerja sangat giat dan cepat belajar, akhirnya setelah lulus SMA, remaja ini mendapat kesempatan memperoleh beasiswa belajar ke perguruan tinggi di Amerika. Ia pun mengambil sarjana bidang teknik yang akan membuatnya bergelar insinyur. Kesempatan ini tidak disia-siakan untuk “membalas” masa lalunya yang dianggap sebagai pemicu semangatnya tersebut. Akhirnya, si remaja bukan hanya lulus menjadi insinyur, tapi ia bahkan diberi beasiswa lagi untuk meneruskan gelar Master bidang geologi.


Sekembali ke negaranya, remaja tersebut terus berkarya maksimal sehingga kariernya melesat cepat. Dari menjadi kepala bagian, kepala cabang, manajer umum, hingga akhirnya dipercaya menjadi wakil direktur di perusahaan tersebut. Itu merupakan jabatan tertinggi yang pernah diperoleh orang lokal di perusahaan itu. Lucunya, remaja yang telah menjadi wakil direktur tersebut mendapati insinyur yang merendahkannya dulu, menjadi bawahannya. Suatu ketika, sang insinyur memohon maaf atas peristiwa yang dulu pernah terjadi di antara mereka. Namun ia berkata, “Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya, dulu aku sempat benci padamu. Tapi, jika ditelusuri lebih jauh, kamulah penyebab dari kesuksesanku ini.”


Begitulah, sang remaja telah berhasil mengubah penghinaan menjadi pemicu semangat untuk meraih kesuksesan. Bahkan terakhir, ia dipercaya menjadi Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. Ia mengubah “dendam” menjadi pendorong semangat untuk mengubah nasib.


Kita sendiri pasti juga pernah mengalami penghinaan dalam berbagai bentuk. Penolakan saat menjual sesuatu, diremehkan kala memulai perjuangan meraih impian, tidak dianggap di lingkungan kerja, diacuhkan saat memberi pendapat, hingga aneka bentuk “pelecehan” yang disadari atau tidak. Marah memang manusiawi. Emosi pun wajar terjadi. Tapi, reaksi kita atas segala bentuk ejekan itu sebenarnya bisa kita arahkan untuk hal yang lebih baik. Bukankah marah dan emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah? Malah, sering yang terjadi melipatgandakan problematika yang terjadi.


Mari ubah segala bentuk ejekan dan penghinaan sebagai pelecut semangat untuk menuju perubahan. Jangan biarkan emosi sesaat mengacaukan pikiran. Jangan izinkan kemarahan mendatangkan kemurkaan. Kisah di atas adalah bukti nyata, bahwa ejekan sebenarnya adalah “energi” yang akan menarik kekuatan dalam diri untuk bertransformasi meraih mimpi. Ibarat kegagalan, sebenarnya itu merupakan vitamin untuk pijakan menuju kesuksesan. Terus berjuang, terus berkarya, jangan mundur karena hinaan. Salam sukses, luar biasa!!

Perbedaan Orang Sukses dan Orang Gagal

Orang yang sukses selalu kelebihan 1 cara, orang yang gagal selalu kelebihan 1 alasan.
Apa maknanya?

Dalam memperjuangkan apa yang kita impikan, perjalanan kadang tidak semulus seperti yang kita rencanakan. Tidak semudah seperti yang kita harapkan. Selalu saja ada hambatan, kesulitan, gangguan, kekeliruan, bahkan mungkin menemui kegagalan.

Apa bedanya, orang sukses dengan orang gagal dalam menghadapi kondisi demikian?

Bedanya pada cara masing-masing menyikapi aral yang ada di hadapannya. Bedanya, ada pada sikap mental mereka dalam melihat masalah tersebut. Bedanya, pada siapa yang bermental menang dan siapa yang bermental kalah.
The looser atau orang gagal, jika dihantam kesulitan, mereka selalu bisa membuat 1001 alasan mengapa dia gagal. Dalih itu muncul silih berganti, seakan tiada habisnya! Dia selalu bisa menemukan alasan mengapa dia gagal. Dan hampir semuanya menunjuk dan menyalahkan pihak di luar dirinya. Itulah mental pecundang. Jelas, orang gagal selalu kelebihan satu alasan.

Sebaliknya, the winner atau pemenang jika dihadapkan pada rintangan, halangan , kesulitan, bahkan kegagalan, akan melihat ke dalam terlebih dahulu, melakukan introspeksi diri. Dia akan mencari penyebabnya dari dalam, menilai, dan mencari kekurangan/kesalahan dari apa yang menjadi penyabab timbulnya masalah dan kegagalan.

Jika sebab ditemukan, dia akan mencari cara untuk memperbaikinya. Itulah sebabnya, orang sukses terus bertambah sukses. Memang, orang sukses selalu kelebihan 1 cara.

Seperti pepatah yang similar dalam bahasa inggris mengatakan "The winner sees an answer for every problem. The looser sees the problem in every answer". Seorang pemenang selalu melihat sebuah jawaban di setiap masalah, sedangkan seorang pecundang melihat sebuah masalah di setiap jawaban.

Bagi saya, kesuksesan sejati adalah akumulasi dari kegagalan-kegagalan kecil yang mampu kita atasi. Sehingga halangan, kesulitan, kegagalan, justru merupakan sarana terbaik dalam melatih dan mematangkan mental kita.

Pastikan: kita selalu kelebihan 1 cara, bukan kelebihan 1 alasan.

Mendobrak diri sendiri

Batasan, kadang hanya kita sendiri yang menciptakan. Karena itu, butuh keberanian, tekad, dan kematangan diri untuk mendobrak dan menciptakan kesuksesan demi kesuksesan sejati!

Setiap kali menghadapi tantangan dan cobaan, sebenarnya kita sedang dipersiapkan untuk menjadi insan luar biasa yang mampu menjadi pemenang-pemenang sejati kehidupan.

Pepatah Tiongkok kuno mengatakan: zi wo tu po (mendobrak diri sendiri)! Maka sebenarnya setiap insan tercipta dengan segala macam potensi untuk mengatasi berbagai halangan & rintangan. Hanya saja, adalah pilihan bagi kita, untuk mau selalu "mendobrak", atau sekadar menerima kondisi kenyamanan yang telah diterima.

Manusia pada dasarnya punya hawa nafsu yang membuatnya tak pernah puas. Jika dilihat dari sisi positif, sebenarnya sifat tak pernah puas ini justru akan mendorong orang menuju pada target yang selalu diperbarui. Sehingga, selalu ada kekuatan dan "daya dobrak" yang akan mengangkat derajat seseorang menuju pada level lebih tinggi yang terus diperbaiki. Namun sebaliknya, jika ia langsung berpuas diri saat menerima hasil yang telah diraih-kemudian bertahan di zona nyaman tersebut-bisa jadi ia hanya akan jadi "katak dalam tempurung" yang tak tahu dunianya sendiri.
 

Takut gagal sebelum memulai, takut ditolak sebelum presentasi, takut jatuh sebelum berusaha. Semua itu memang mungkin terjadi. Ketakutan itu memang bisa saja nyata. Tapi, tanpa mencoba, kita tak pernah tahu, ada hal apa di balik ketakutan itu jika berhasil kita terobos.

Karena itu, sebenarnya, keberanian untuk mendobrak diri sendiri harus kita miliki. Sebab, sebagai manusia, kita diberikan berjuta potensi oleh Yang Maha Kuasa. Adalah tanggung jawab kita untuk memilih, potensi apa yang patut kita kedepankan agar mampu meraih prestasi demi prestasi. Atau, kita hanya berhenti pada satu titik dan kemudian menunggu mati.

Mari, dengan sikap & semangat mendobrak diri, kita maksimalkan segala potensi untuk mencapai prestasi! Untuk itu, kita harus mau membayar lebih. Dengan berjuang lebih keras, bekerja lebih giat, berkarya lebih rajin pada titik di mana kita memiliki kemampuan. Berbekal kemauan kuat dan kekayaan mental, kita wujudkan rasa syukur atas karunia Tuhan, dengan memaksimalkan segala potensi yang telah diberikan-Nya. Sehingga, dengan semangat tersebut, saat sukses diraih, akan segera disusul sukses lain yang lebih tinggi. Begitu seterusnya hingga batasan itu berhenti pada titik ajal, sehingga kita bisa meninggalkan dunia ini dengan penuh arti.

Salam Sukses Luar Biasa! 
Andrie Wongso 

Ketegaran dan kesabaran

Seorang ibu merasa khawatir justru ketika anaknya yang baru SMP meraih prestasi lima besar di sekolahnya karena sang anak mengindikasikan meremehkan cara belajarnya. "Dengan belajar yang seadanya saja sudah bisa masuk lima besar, bagaimana jika belajar keras," begitu tutur sang ibu. Ia takut hal ini akan menjadi bumerang. Karena itu ia merasa anaknya perlu mendapatkan bimbingan motivasi.

Pertanyaan ibu ini muncul karena ilustrasi cerita yang saya bawakan pagi ini relevan dengan masalahnya. Tema yang saya bawakan adalah "Ketegaran dan Kesabaran". Ceritanya mengenai seorang anak yang kecewa karena dikalahkan teman-temannya yang curang. Mereka meraih nilai lebih baik karena hasil menyontek. Selain itu teman-temannya juga hidup hanya tinggal belajar, tak terganggu pekerjaan lain. Sedangkan dirinya harus membagi waktu antara membantu ayah-ibunya dan belajar setelah pulang sekolah.

Ada juga pertanyaan bagaimana menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar yang cenderung meremehkan dirinya karena tak juga berprestasi baik. Selain itu ada yang menanyakan mengenai cara memotivasi diri jika merasa lelah ketika impian yang sudah diusahakan terus-menerus tak juga mendatangkan hasil.

Sahabat yang Luar Biasa!

Keberhasilan usaha memang tergantung pada banyak hal. Mungkin saja kita terlalu cepat menyerah padahal bekerja keras dengan sungguh-sungguh belum dilakukan sepenuhnya. Ukuran kerja keras itu juga tergantung kondisi masing-masing. Untuk setiap orang sudah pasti tidak akan sama.

Mengenai banyaknya ejekan kiri-kanan, menurut saya, anggap saja itu nutrisi mental yang kalau kita terima dengan sikap positif justru akan memacu kita untuk membuktikan diri bahwa kita pun bisa meraih sukses.

Pintu sukses itu godaannya banyak sekali. Untuk menghadapinya kita memerlukan kebiasaan. Setiap cobaan yang dihadapi adalah latihan untuk menguatkan mental, sekaligus melatih kesabaran. Karena itu kita tak perlu menyerah ketika keberhasilan belum juga kita raih. Tingkatkan lagi kerja keras kita. Untuk meningkatkan motivasi, biasanya saya melakukan afirmasi dengan mengatakan pada diri saya, "Tidak boleh kalah, tidak boleh kalah, tidak boleh mundur!!" Biasanya dengan cara ini akan mendatangkan kekuatan ekstra. Dan jika usaha kita keras, pintu sukses akan terbuka.

Mari menjalani hidup dengan penuh keberanian, keuletan, dan kesabaran.
Andrie wongso 
Salam sukses luar biasa!

Pentingnya Check dan Re-Check

Penulis : Andrie Wongso
Kamis, 26-Mei-2011
Pada hari Sabtu, 21 Mei 2011, saya seminar "8 Dragon Spirit Bruce Lee" di Medan. Malamnya, saya dijamu seorang kawan yang sekaligus menawarkan diri untuk mengantar saya ke airport esok harinya. Menurut staf di Jakarta, pesawat akan berangkat pukul 09.00 pagi dari Medan dan sang kawan menawarkan menjemput pukul 08.00.
Besoknya, sehabis breakfast di JW Marriott Hotel tempat saya menginap, kawan saya itu menjemput. Sekitar pukul 08.10, kami pun berangkat ke airport dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Setelah sampai di sana, di depan counter, saya mengambil print-out e-ticket. Wah, saya beru ngeh, kalau ternyata pesawat Garuda Indonesia yang akan saya tumpangi berangkat pukul 08.40!

Petugas di counter seperti tahu akan hal itu.

Sambil tersenyum dia menyapa, "Bapak penumpang pesawat yang berangkat pukul 08.40 ya? Maaf, pintu keberangkatan sudah ditutup, pesawat sebentar lagi akan terbang. Next flight jam 12."

Saya tertegun sejenak. Hari itu saya ada agenda penting, book review & book signing buku terbaru "Bruce Lee 40 Spirit of Success" di Gramedia Mal Citraland, Jakarta, pukul 14.00. Kalau begini, acara terancam molor.

Untungnya, petugas tersebut sigap memberikan solusi.

"Kalau buru-buru, terpaksa harus pindah ke penerbangan Citilink yang berangkat jam 10.00 nanti. Tapi mohon maaf Pak, tidak ada business class, semua economy class. Dan Bapak harus beli tiket baru."

Saya mengambil keputusan cepat untuk pulang menggunakan Citilink dan tiba di Jakarta sekitar pukul 12.00 lebih. Dari bandara, saya langsung ke Citraland untuk acara bedah buku.
 
Sahabat yang Luar Biasa!

Atas kejadian tersebut, saya tidak menyalahkan siapa pun. Malah sebaliknya, bersyukur karena pada hari itu mendapat suatu pelajaran yang sangat efektif dan bernilai.

Betapa pentingnya kata-kata manajemen yang telah populer selama ini yaitu "check and re-check"! Kalau sekiranya kemarin malam atau pagi itu saya bersikap teliti dan melihat dulu print-out e-ticket itu, tidak akan terjadi penundaan penerbangan.

Yang pasti, kejadian seperti ini tidak pernah akan terjadi lagi, untuk yang kedua kalinya. Dan sungguh saya terhibur, karena sesampainya di Gramedia Citraland, sudah banyak rekan dan sahabat yang berkumpul. Bedah buku Bruce Lee pun berlangsung sukses luar biasa!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More